Ayo Ngentot Memek ABG

Blog ini hanyalah hiburan semata, sebaiknya buat anda yang masih dibawah umur silakan lewat saja... piss
Labels:

Malu Ah,,,,,,,,,,


Labels:

Cara Menikmati Susu


Labels:

Siapa Dia ????


Labels:

Jilbab Montok Sexy




Labels:

Ely Korean Girl




Labels:

Ayo Mas,,,,,,,,,,


Labels:

36C


Labels:

Dah Tanggung...........


Labels:

Are You Ready ?????


Labels:

Over Load


Labels:

Lagi Nungging



Labels:

Pamer Paha


Labels:

Asmara Antara Pekan Baru - Jakarta


Hujan turun demikian derasnya, Jakarta kembali kebanjiran akibatnya macet dimana mana.
Jam baru menunjukkan pukul 15 lewat 20 menit, antrian di depan pintu toll Rawamangun sudah hampir mencapai lampu merah Hutan kayu. Tidak ada lagi yang dapat aku lakukan untuk keluar dari lingkaran kemacetan ini, karena posisi mobilku sudah ditengah, kiri kanan.. Kena, begitu juga depan dan belakang.
Persis diantrian sebelah kiri kulihat seorang gadis dengan rambut dikepang 2 memandangi kemacetan dengan senyum dikulum.
Mungkin bagi dia tidak ada yang perlu dipermasalahkan, tinggal duduk enak dikursi bus yang empuk sambil menikmati musik dan menonton tayangan video. Lain halnya dengan aku yang harus terus menerus menginjak kopleng dan rem serta stress takut bersenggolan dengan kendaraan lain, betul betul capek lahir bathin.

Jakarta-Pekanbaru PP, demikian yang tertulis dikaca depan bus tersebut. Ini adalah salah satu bus terbaik yang masih setia melayani trayeknya walaupun terus menerus digempur dengan tarif super murah oleh perusahaan penerbangan.
Dengan sedikit mengangkat kepala aku dapat melihat keseluruhan dari bus tersebut, warnanya kombinasi kuning, hijau dan dipermanis dengan garis garis warna ungu dibagian belakangnya.
Isinya hanya 6 orang, berarti 3 awak bus plus 3 penumpangnya. Sungguh saat ini adalah masa masa sulit buat pengusaha bus jarak jauh, apalagi dengan trayek dari Jakarta ke kota kota di pulau Sumatera. Harga tiket pesawat adakalanya lebih rendah dari pada harga karcis bus executive. Tidak cukup dengan derita itu saja, jalan jalan disepanjang lintas Sumatra kondisinya betul betul menggenaskan. Kita tidak bisa lagi memilih” Jalan mana yang akan ditempuh, tetapi mesti memilih lobang mana yang akan dimasuki” yang tersisa bukan lagi jalan tetapi lobang yang sambung menyambung dengan panjang ribuan kilometer.

Sorry nglantur..!, bus dan gadis tersebut tiba tiba mengusik kenangan lamaku dengan seorang gadis dari Pekanbaru. Apalagi dari station FM yang kustel sebagai penghilang jemu, berkumandang lagu lama” When a man love a woman” oleh Michael Bolton. Lengkaplah sudah pemicu layar kenangan tersebut, semua tiba tiba tergambar dengan jelas di depan mata.
Kejadiannya terjadi beberapa tahun yang lalu, waktu itu musim kemarau sedang berada dipuncaknya. Disepanjang pulau Kalimantan dan pulau Sumatera terjadi kebakaran hutan yang maha hebat. Asap menyelimuti hampir sepertiga dari wilayah Indonesia malah sampai menyeberangi selat Melaka, dengan menutup rata Singapura serta membuat hilangnya cahaya matahari di beberapa negara bahagian di Malaysia.

Pelabuhan udara Sultan Syarief Kasim, Pekanbaru sudah 1 mingu ditutup karena jarak pandang yang hanya beberapa meter saja. Jangankan buat pilot pesawat yang butuh jarak pandang yang jauh, para pengemudi kendaraan bermotorpun sudah sangat kesulitan untuk melaju dengan aman di jalan raya.

Aku baru saja menyelesaikan tugas di salah satu perusahaan minyak di Duri dan harus segera kembali ke Jakarta, tidak ada kamus menunggu dalam pelaksaan tugas dari kantorku. Apa boleh buat aku mesti kembali dengan menumpang bus antar Kota dan antar Propinsi. Aku sudah membayangkan ketidaknyamanan yang akan dialami selama lebih kurang 36 jam diatas bus dengan menelusuri jalan lintas sumatera sepanjang 1350 km dan melintasi 4 propinsi di lintas tengah.

Tetapi rupanya bayangan tidaklah selalu sejalan dengan kenyataan. Jam 2 siang aku tiba di loket sebuah perusahaan bus jarak jauh yang direkomendasikan oleh salah seorang teman sebagai salah satu perusahaan bus yang memiliki armada dan pelayanan terbaik di Indonesia.

Begitu memasuki loket aku mulai ragu” masih ada tempat nggak” aku bergumam dalam hati, soalnya penumpang sudah begitu ramainya, maklum disamping karena bandara ditutup, hari itu juga bertepatan dengan hari pertama libur sekolah secara nasional.. Semua bangku diruang tunggu penuh terisi. Disetiap sudut terlihat koper dan kardus yang berisikan barang bawaan calon penumpang semrawut, bergeletakan dan membuat kaki sulit dilangkahkan.
“Abang mau kemana bang,” suara lembut petugas loket menyambut kedatanganku. Dia duduk dibelakang meja panjang yang berbentuk siku siku, sehingga sekaligus menjadi pemisah antara petugas dengan para penumpang.

“Ke Jakarta dik, masih ada tempat nggak,” aku menjawab sambil melirik belahan bajunya yang sedikit terbuka. Persis di payudara kirinya tertulis namanya ‘Sulistyowati’. Dik Sulis ini berwajah asli solo dengan kulit kuning langsat dan sangat serasi dengan seragam yang dia pakai yaitu kombinasi hijau, kuning dan ungu.
“Wah.. Abang sungguh beruntung”
“Maksudnya..”
“Tuh.. Ibu itu baru saja membatalkan keberangkatannya, kalau tidak, Abang kena menunggu tiga hari untuk dapat tiket,” dia berkata sambil menujuk pada seorang Ibu yang baru saja lewat disampingku.
“Oh.. Terimakasih Dik Sulis,” aku berkata sambil lebih mebungkukkan badan untuk dapat lebih jelas melihat belahan bajunya. Wouw dia punya payudara cukup subur, mungkin 36B kali.
“Nih tiketnya bang,” dia menyerahkan tiket sambil menyebutkan ongkos yang mesti kubayar.

Cukup mahal memang, tetapi dibandingkan dengan tarif pesawat harganya tidaklah sampai tiga puluh persennya. Aku segera membayar harga tiket dan berlalu untuk mecari tempat duduk. Kulepaskan pandangan kesekeliling ruangan, tetapi semua bangku penuh, dan orang orang yang berdiri justru lebih banyak dari yang kebagian tempat duduk. Dalam hati aku berkata,
“Aduh.. Ini baru jam setengah tiga sedangkan jadwal busku jam empat, berdiri 1 jam setengah lumayan juga”
Aku mengoyang goyangkan kaki sambil mengamati tiketku. Rupanya bus yang akan kutumpangi betul betul bus yang istimewa. Mereka menamakannya bus” Super Executive”. Sebuah sebutan yang pantas menurutku. Di jajaran sebelah kiri hanya ada satu tempat duduk berjejer kebelakang sedangkan disebelah kanan terdiri dari dua buah tempat duduk.

Bangku bangkunya dilengkapi dengan foot leg dan berbusa empuk persis seperti kursi executive class di pesawat. Di antara sisi tempat duduk dan kaca jendela dijepitkan beberapa bantal kecil berwarna biru muda. Disandaran kepala terdapat selimut hangat dengan warna mirip bendera Italy, merah, putih dan hijau. Persis diatas kepala terdapat dua buah ventilasi ac yang dapat dirubah baik volume maupun arah semprotannya.

Melengkapi itu semua adalah sebuah TV 17 inchi tergantung diplatfon disebelah kiri pengemudi, sehingga memungkinkan semua penumpang melihatnya dengan jelas. Audionya keluaran salah satu pabrik di Jerman, suaranya jernih dan lembut karena dilengkapi dengan subwoover.

Dibelakang tersedia sebuah toilet yang dilengkapi dengan tissue, air, gayung dan sebuah cermin kecil didindingnya, tetapi ini ‘Hanya Untuk Buang Air Kecil’ demikian sederet tulisan di depan pintu masuk. Tak lupa mereka juga memanjakan para perokok dengan menyediakan ruang khusus untuk merokok atau smoking area.
“Para penumpang jurusan Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya dipersilahkan menaiki kendaraan, karena bus anda akan segera diberangkatkan”
Lamunanku terputus dikejutkan oleh suara halus dari pengeras suara dan aku bergegas meninggalkan foto besar yang memamerkan interior bus yang tergantung didinding. Tiba tiba semua penumpang berdiri serentak dan suara suara yang keluar dari mulut mereka sungguh beraneka ragam.

“Oi capeklah baok barang tu.. A” Itu pasti orang Minang, yang populasinya didaerah Riau cukup besar.
“Wes sampeyan naek dulu..” Ini kayaknya dari Surabaya, orangnya kalem berjaket kulit warna hitam, sedangkan temannya memakai kaos warna hijau Persebaya dengan dua gigi emas yang sangat menonjol.
“Tos.. Teteh naik di payun atuh,” nggak salah lagi urang Sunda, mungkin mau ke Bandung.
Aku yang tadinya mau buru buru naik ke atas bus jadi terkesima melihat kesibukan mereka. Ada yang bersalaman, berangkulan dan ada yang saling menggeserkan pipi mereka, bersalaman gaya Arab..
“Silahkan Bang” Si Sulis tersenyum sambil merentangkan tangannya..
Aku melangkah naik ke atas bus dengan menginjak keranjang plastik tempat teh botol sebagai alat bantu untuk mencapai tangga utama yang cukup tinggi. Dalam hati aku bertanya,”Tempat dudukku nomor berapa ya” memang dari tadi aku tidak sempat mencek hal itu. Rupanya aku harus duduk di kursi no. 4C, berarti deretan ke empat dari depan berada disisi sebelah kanan atau bangku dua dua dan persis dipinggir jendela. Wah kebetulan ini adalah tempat duduk favouritku kalau naik bus, karena dengan duduk disamping jendela aku bisa melepaskan pandangan kesegala arah sehingga perjalanan tidak terlalu membosankan.

Aku meletakkan tas ku dirak tepat diatas kepala dan memasukkan beberapa koran serta majalah ke dalam kantong pada bagian belakang, bangku depan.
“Bapak bapak dan Ibu ibu selamat datang di atas bus super executive kami, dan semoga perjalanan anda selamat sampai ditujuan”. Sulis si cewek bertetek besar memberikan kata sambutan persis kayak pramugari dipesawat.
“Bus ini dilengkapi dengan AC, karena itu kami minta anda yang merokok untuk hanya menikmati rokoknya di smoking area yang telah kami sediakan.”
Wah.. Si Sulis kembali melanjutkan kata pengantarnya sambil berjalan pelan ke arah tempat dudukku.
“Dibelakang juga tersedia toilet tetapi hanya dipergunakan untuk buang air kecil saja, kecuali jika anda semua sepakat untuk bersama sama menikmati bau e e..” Sulis tidak melanjutkan kalimatnya karena hampir semua penumpang tertawa terbahak bahak.
“A.. Indak do, indak talok dek awak manahan baun nyo do”
Ibu ibu dibelakangku memberikan komentarnya dalam bahasa Minang.
“Baiklah para penumpang sekalian, terimakasih atas pilihan anda terhadap armada kami dan selamat jalan”
Sulis segera meminta tanda tangan pengemudi sebagai pengesahan surat jalan dan meberikan beberapa copynya kepada kondektur untuk disimpan, kemudian dia menghadiahkan sejumput senyum manis ke arahku sambil melambaikan tangannya.
“Oh.. Sulis, seandainya aku punya sedikit waktu untuk bisa menginap di Pekanbaru, maka aku yakin kesuburan gunung payudaramu akan dapat kudaki, tetapi.. Yah.. Pekerjaan tidak mengenal waktu untuk menunggu”
Setelah kondektur bus selesai membagikan snack, kendaraan mulai bergerak menuju Jakarta dan kulihat jam tanganku persis menunjukkan pukul 4 sore. Wah.. Aku salut atas cara kerja yang profesional dari segenap crew dan pengurus bus, yang dapat mengalahkan perusahaan penerbangan dalam soal tepat waktu keberangkatan.
Lho ada yang aneh kok bangku disebelahku no. 4B masih kosong!!
“Bang ini bangku kosong ya” aku bertanya ke kondektur bus yang berseragam ungu kombinasi hijau.
“Tidaklah bang, mana ada tempat kosong sekarang ini, kayaknya penumpang pesawat tumplek semua kesini, apalagi kan libur sekolah!” dia berkata sambil membetulkan letak barang barang bawaan penumpang agar tidak terjatuh selama dalam perjalanan.
“Tapi.. Ini kosong kok” aku penasaran sambil menepuk nepuk bangku tersebut dengan tangan kiriku.
“Penumpangnya naik di Teratak Buluh” (nama sebuah kampung diluar kota Pekanbaru)
“Oh..” Aku terdiam sambil mengamati deretan toko toko yang berlalu satu persatu seiring dengan kecepatan bus yang makin meningkat.

Pekanbaru, ibukota propinsi Riau memang berkembang dengan pesatnya, maklum dengan kandungan minyak serta gas alam yang melimpah dan potensi hutan yang kaya dengan kayu untuk industri, maka tak heran bangunan bangunan baru seperti kantor pemerintah, ruko dan malah plaza plaza bermunculan dimana mana. Apalagi saat ini perkebunan kelapa sawit dalam skala besar sudah mulai menghasilkan minyak yang pada dasarnya juga akan ikut menaikkan PAD daerah dan memperkuat daya beli masyarakat.

Tetapi satu hal yang selalu menghantui fikiranku adalah” Apakah warga Pekanbaru asli akan bernasib sama dengan saudaranya orang Betawi yang tidak bisa menjadi tuan di tempat kelahirannya sendiri” Semoga tidak demikian, karena factor budaya dan adat istiadat meraka sangat berbeda, sehingga cara pandang mereka terhadap para pendatang juga sangat berbeda.
“When a man love a woman” alunan lembut suara serak Michael Bolton membuat fikir ku merasa rileks, apalagi didukung oleh tempat duduk yang sangat nyaman. Kurebahkan sandaran bangku kebelakang, foot leg kunaikkan selimut segera kututupkan kekaki karena dinginnya ac mulai terasa dan bantal kecil kupeluk buat menghangatkan bagian perut yang terasa kembung diterpa udara dingin
Wah aku betul betul surprise, nggak nyangka kalau ada bus yang demikian bagusnya, sehingga tempat duduknya bisa dirubah menjadi tempat tidur yang cukup memadai buat ditempati selama 36 jam kedepan. Pelan tetapi pasti, seiring alunan lagu dan buaiyan lenggak lenggok bus dalam menapaki setiap tikungan maka mataku mulai berat
“Tidur.. Ah..”
Aku nggak bisa ceritakan seperti apa aku tidur waktu itu.. He he he, yang pasti tidurku begitu nyenyaknya sehingga sama sekali aku tidak menyadari kalau disampingku sekarang telah duduk seorang gadis cantik yang rupanya naik di Teratak Buluh.
“Maaf Bang kalau tidurnya terganggu”
“Oh.. Nggak”
Aku bangun sambil memastikan tidak ada setetes ilerpun yang tak terkontrol sehingga keluar melampaui garis bibir dan dengan ujung telunjuk kubersihkan taik mata yang mungkin nongol disudut sudut mata. Syukur kali ini aku nggak tidur ngiler dan juga nggak ada taik mata, berarti tubuhku masih bisa menjaga martabat tuannya di depan seorang gadis cantik yang belum kukenal.
Kalaulah tadi aku tidur ngiler dan bangun dengan mata penuh dengan ampas airmata, waduh.. ajegile, tentu sigadis disebelah akan hilang selera buat kuajak berkenalan dan alangkah ruginya kalau sepanjang perjalanan 1350 km cuma bengong dan tidur aja.
“Wah jam berapa ini” Aku bertanya pada sendiri sambil melihat jam tangan, ternyata aku tertidur selama dua jam limabelas menit.
“Sekarang sudah jam enam sperempat bang” Gadis disebelahku berbaik hati memberi tahu sambil memandang dengan matanya yang teduh.
“Oh iya, saya kurang tidur semalam dan perjalanan dari Duri ke Pekanbaru sangat melelahkan karena ac mobilnya mati”
Aku memberikan sedikit keterangan tanpa peduli dia butuh atau tidak, hitung hitung balas jasalah karena dia sepertinya memberi perhatian sama aku.
“Pantas tidur abang lelap sekali”
“Oh iya.. Nama saya Dodo, Dodo Djauhari” aku megulurkan tangan untuk berkenalan
“Saya Rostiana, abang boleh panggil Ina saja”
Kami berjabatan tangan, tiba tiba bus menikung kekiri dalam kecepatan yang cukup tinggi akibatnya tubuh Ina terdorong ke arah ku, untung pembatas jok antara kami masih terpasang sehingga hanya kepalanya yang jatuh dalam dekapanku. Rambutnya hitam mengkilap dan menebarkan aroma khas yang memicu mesiu syahwat untuk menggerakkan jiwa dan vital kelelakianku agar bangkit dari tidurnya. Rambut itu begitu terawat, panjangnya hampir mencapai pingul, tetapi dijalin dua ala gadis tahun enampulahan.
“Oh.. Alangkah indahnya kalau rambut itu dibiarkan tergerai bebas dipunggung putih telanjang,” pikiran ngeresku mulai keluar.
Kami sama sama tertawa.
“Ha ha.. Ina, sebaiknya pembatas ini kita angkat aja ya, agar bukan hanya kepala Ina yang bisa abang peluk!” Aku menggodanya sambil mendorong pelan tangannya agar dia bisa duduk dengan benar.
“Wah enak di abang nggak enak di Ina dong” Dia menanggapi godaanku sambil tersenyum.
“Tapi kalau abang berjanji nggak macam-macam, ok lah kita akan angkat pembatas ini.
“Abang janji lah.. Dek, abang tak akan macam macam,” aku sengaja mengucapkan kata kata dek agar mendapat kesan lebih intim.
“Kalau begitu abang akat lah.. Masak Ina pula yang mesti angkat! logat Melayunya masih cukup kental.”
Aku mengangkat balok busa yang memisahkan kursi kami berdua.
“Nah sekarang bangku kita jadi lebih lega kan”
“Betul bang.. Tapi abang sudah janjikan tidak akan macam-macam”
“Abang nih orang baik baik dek, pasti abang nggak bakalan macam macam, karena abang suka yang manis manis”.
Ina tertawa keras sekali, dia merasa lucu dengan kata kataku yang sebetulnya nggak nyambung, tapi pengertiannya benar. Sebagian orang di pulau Sumatera menyebut rasa asam dengan macam.
“Oh.. Jadi abang tuh sukakan manisan ya!”
“Nggak juga.. Abang hanya suka gadis manis seperti dek Ina..”
Rudal rayuan mulai kulepas, dengan sasaran lubuk hati dan benteng cinta si Ina. Melihat gelagat dan cara penerimaan dan sikapnya yang lepas bebas begitu, aku yakin tinggal dalam hitungan jam kedepan aku akan berhasil mengakuisisi gadis manis ini.
“Sudah.. Mulai tuh merayu”.
Dia berkata sambil melirik, wah.. Mata itu begitu bening dan teduh, aku berkata dalam hati, pasti akan sangat menyenangkan melihat mata itu dikala pemiliknya mulai horny. Sayu, teduh dan mengisyaratkan kepasrahan serta kenikmatan surgawi yang ingin segera dia reguk.
“Tidak.. Yang abang katakan benar adanya, kamu memang manis dan cantik kok”
“Ina tahu.. Lelaki tuh kalau sudah merayu pasti ada maunya”
“So pasti itu..”
“Terus terang aja Abang tuh maukan apa”
“Begini dek Ina, abang tadi dari Duri jam 11 pagi, karena buru buru abang minta sopir taksi untuk lansung tancap gas ke Pekanbaru.”
“Sudah.. Jangan berbelit belit gitu lah, terus terang aja”
Tanpa sengaja tangannya menepuk pahaku, oh.. Tangan itu begitu halus membuat aku ingin ditepuk beribu kali lagi.
“Jadi abang tidak sempat makan siang! ha ha ha” Ina tertawa berderai sambil menutupi mukanya dengan kedua belah tangannya.
“Ina tahu sudah maksud abang, abang hendakkan kueh nih kan”
“Semoga Tuhan memberikan hidayahNya kepada orang orang yang mau memberikan makanan, ketika orang lain sedang lapar.. Amin”
Aku berpura pura berdoa sambil membentangkan kedua telapak tanganku.
“Wah menyenangkan sekali punya teman perjalanan seperti abang Dodo nih, kocak rupanya” Ina tersenyum sambil memberikan sepotong bolu gulung dengan selai nanas, yang aku rasa begitu nikmatnya, “Apa karena lapar kali ya!”
Hanya dalam hitungan detik bolu tersebut ludes sudah, tapi rupanya Ina betul betul mempersiapkan makanan yang cukup buat melakukan perjalanan jauh, dan seperti bisa membaca jalan fikiranku dia berkata.
“Bang kita nih kan mau menempuh perjalanan hapir dua hari, kalau mobil nih rusak di tengah hutan kemana kita nak cari makan! makanya Ina sudah siapkan rupa rupa penganan nih”.
“Terimakasih Ina,”.. Ya Tuhan kasihilah orang orang yang selalu membawa makanan yang banyak dalam tasnya dan dengan senang hati berbagi dengan orang disebelahnya” aku kembali pura pura berdoa.
“Sudahlah bang, aku sudah tahu abang nih banyak kali akal nya, nih yang terakhir buat cuci mulut.” Ina memberikan sebuah jeruk yang cukup besar dan manis sekali, sepertinya ini adalah jeruk lokal tetapi rasanya begitu segar.
Demikianlah awal perkanalanku dengan Ina, katanya dia baru saja menamatkan sekolahnya disalah satu SLTA di Pekanbaru dan bermaksud melanjutkan pendidikan disalah satu perguruan tinggi di Jakarta. Tapi aku sedikit ragu dengan apa yang dia bilang. Memang teteknya telah tumbuh dengan sempurna tetapi sikap kekanak kanakannya masih jelas tersisa, begitu juga dengan wajahnya masih begitu polos dan segar layaknya gadis kelas tiga SMP.
Hari itu dia hanya mengenakan baju kaos tanpa kerah berwarna putih dan ada strip coklat yang pas melewati kedua bukit indah di dadanya. Aku bertanya tanya dalam hati, “Kenapa dia tidak pakai celana jean tapi cuma pakai rok hitam setinggi lutut, padahal ac di mobil cukup dingin. Tetapi justru hal tersebut sangat menguntungkan aku beberapa jam kemudian.
TV sudah dinyalakan dan kondektur memutar sebuah video yang bercerita tentang hantu didalam sebuah mobil. Ina demikian ketakukan menyaksikan hantu tersebut sehingga tanpa sadar kadang kadang dia memeluk tubuhku. Kesempatan itu tidak kusia sia kan, semakin aku menakut nakuti dia dengan hantu itu semakin erat pula pelukannya. Pelan tapi pasti siku kiriku mulai merangsek menekan payudara kanannya. Ina seperti tak peduli dengan tanganku, setiap kali hantu itu keluar di layar TV maka dia akan memelukku, dan saat itu pula siku ku dapat menikmati kenyalnya payudara muda miliknya. Belahan dadanya begitu menonjol, karena dia mempunyai perut yang rata dan pinggang yang kecil, tetapi pantatnya bundar dan padat.. Betul betul seksi.
Jam demi jam terus berlalu, mungkin karena capek Ina tertidur pulas. Pada awalnya posisi tidurnya masih bersandar dengan mantap di sandaran bangku, tetapi akibat goyangan bus ketika melewati tikungan, pelan pelan kepalanya mulai rebah kekanan dan akhinya mendarat dengan lembut di bahuku.
Nafasnya pelan tapi teratur, menandakan tidurnya sudah lelap sekali. Kembali siku kiriku kugeser sedikit demi sedikit agar tepat mengenai ujung lancip payudaranya dan aku menutup mata, pura pura tidur. Setiap kali mobil terguncang, tekanan siku ku semakin mantap, sehingga dapat kurasakan kehangatan yang mulai menjalari setiap nadiku dan membuat sesuatu bergerak secara otomatis, makin keras, makin keras dan oh.. Penisku sudah bangun.
Dengan lembut dan peerllahann.. Sekali kuraih tangan kanannya dan kuletak kan disela sela pahaku. Tangannya yang lembut tepat menimpa kejantananku dan aku terus berdoa agar bus lebih sering masuk lobang lobang kecil yang akan menimbulkan goncangan ketangan Ina, dan penisku bisa merasakan gesekan hangat tangannya.
Tubuh Ina tiba tiba bergerak dan mulutnya mengeluarkan gigauan yang tidak bisa kutangkap maknanya, tetapi tangannya mencengkram seperti mau memegang sesuatu dan oohh”yang dia pegang justru batang penisku yang sudah demikian tegangnya. Aku yakin Ina tidak sadar akan itu semua, tetapi bagaimanapun justru secara tak sengaja dia telah membangkitkan gairah birahiku yang paling dalam. Pantatku mulai kugerakkan turun naik agar batang penisku dapat merasakan sentuhan tangannya walaupun hanya dari balik celana.
Oh.. Makin lama semakin keras penisku dan aku mulai merasakan denyutan airbah spermaku mengalir dari zakar menuju batang penis dan terus ohh.. Aku mau keluar. Tiba tiba aku dikagetkan oleh lampu interior bus menyala serentak membuat suasana jadi terang benderang.
“Istirahat, istirahat, bagi yang mau mandi, sholat dan makan, kami sediakan waktu yang cukup”
Dalam hati aku mengumpat, “Sial.. Sudah mau orgasme jadi.. Terputus deh”.

Labels:

NONI SEKRETARISKU


 

Labels:

Transparan Trend 2012


Labels:

Dari Bawah Naek Ke Atas


Labels:

PNS Saraf - 2


Labels:

PNS Saraf



Labels:

Arab Hot


Labels:

Jilbab BH Merah

Labels:

Jilbab Full Press Body


Labels:

Bibir Zahra


Labels:

5 Wanita Haus Seks



Buat yang baru pertama kali membaca cerita saya, tolong sebelumnya anda baca cerita saya yang berjudul "Kenikmatan Nia".
Nama saya Firman. Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita saya sebelumnya yang berjudul "Kenikmatan Nia" tersebut.

Anda masih inget dengan seorang wanita yang bernama Nia? Hingga saat ini kami masih sering berhubungan bahkan sewaktu ketika saat saya sedang menelpon dia kami janjian untuk bertemu kembali.

"Hallo Nia.."
"Iya Man pa kabar?"
"Baik, kamu ada dimana?"
"Aku lagi di tempat kost temanku nih, main donk kesini teman-teman ku pingin kenalan sama kamu..", katanya
"Ehmm.. di daerah mana?" tanyaku.
"Daerah Radio Dalam, dateng ya sekarang"
"Ok deh nanti kalau aku dah deket aku telpon ya" kataku
"Ok aku tunggu ya, jangan lupa siapin diri, hehehe..", katanya lagi
"Lho, emang aku mau diapain?", tanyaku penasaran
"Mau diperkosa rame-rame siap nggak?"
"Siapa takut..", jawabku sekenanya

Lalu aku pun meluncur ke arah Radio Dalam dan sekitar 15 menit akupun sampai di tempat yang telah dijanjikan.
"Hallo Nia, aku dah di depan nih..", kataku
"Ok aku keluar ya, sabar.."

Lalu munculah seorang gadis yang sangat seksi tingginya sekitar 175 dengan berat sekitar 55 kg, woww.. buah dadanya lebih besar dari pada punya Nia. Lalu dia menghampiri mobilku dan mengetuknya.
"Iya, ada apa?", jawabku dengan mataku yang tak lepas dari buah dadanya yang montok itu.
"Firman ya..", kata dia.
"Iya", kataku.
"Aku Melly temennya Nia yuk masuk yuk..", katanya dengan senyum nakalnya.
"Oh.. yuk", jawabku agak sedikit tergagap.

Wah, bakal ada pesta besar nih pikirku dalam hati. Sesampai dikamarnya aku disambut dengan pelukan dan ciuman oleh Nia dan aku diperkenalkan kepada 3 temennya yang lain yang satu bernama Dita, Ayu dan Kiki. Dan harus kuakui mereka bertiga tidak kalah menggiurkannya dengan si Melly.

Tiba-tiba Nia membuka omongan yang bagiku sifatnya hanya basa-basi dan kemudian diteruskan oleh teman-temannya dan lama-kelamaan omongan kami berlanjut ke arah selangkangan. Dan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memelukku saat aku akan menengok, dengan cepatnya Melly mencium bibirku dengan liarnya, maka akupun tak kalah bernafsunya aku balas dengan liarnya pula.

Dan ternyata yang memelukku dari belakang adalah Nia dia terus menciumi leherku dan terus turun ke bawah mencoba membuka bajuku sementara aku masih saja berciuman dengan Melly. Ketika bajuku dilepaskan oleh Nia tiba-tiba ada tangan yang membuka celanaku termasuk celana dalamku maka langsung saja adekku yang telah tegang sedari tadi keluar dari sarangnya. Dan seketika itu juga "Adekku" langsung dilahap dengan liarnya setelah aku lihat ternyata Dita dengan ganasnya sedang mengulum kemaluanku.

Saat aku sedang diserang oleh tiga wanita ini aku sempat mencari kemana Ayu dan Kiki ternyata mereka ada di sofa dekat situ dan keduanya sudah telanjang bulat dan aku lihat Kiki sedang menjilati vagina Ayu dan Ayu pun mendesah-desah dan meliuk-liukan badannya diatas sofa tersebut sementara aku sendiri sedang kewalahan menangani seranga dari tiga wanita ini, maka aku tidak memperhatikannya.

Langsung saja aku buka baju Melly yang terdekat dengan aku dan ketika Melly sedang membuka seluruh bajunya aku tarik Dita keatas dan kami pun berciuman sementara itu Nia menggantikan posisi Dita mengulum kemaluanku. Begitu pula dengan Dita aku buka bajunya dan posisinya digantikan oleh Nia sedangkan posisi Nia digantikan oleh Melly, wow.. ternyata kuluman Melly lebih enak dari pada Nia dan Dita sampai akhirnya aku merebahkan diri di ranjang yang berada disitu.

Nia setelah melepas bajunya langsung saja memgang kemaluanku dan diarahkannya ke liang vaginannya yang ternyata sudah basah sedari tadi setelah pas maka diturunkan pantatnya perlahan-lahan hingga akhirnya..
Bless.., "Aah..", desah Nia.
Sementara Nia sedang asiknya menaik turnkan pantatnya diatasku, maka aku tarik Melly keatasku dan aku menjilati vaginanya.
"Ahh.. enak Man terus Man ohh.." desah Melly.
"Ahh.. ohh.sst" desah Nia yang bersahut-sahutan dengan Melly dan Ayu.
"Ohh.. yess lick my pussy Man ohh yess sst" racau Melly ketika klitorisnya aku hisap-hisap.

Sementara itu aku tarik pula si Dita dan aku masukan jari tengahku ke liang vaginanya sehingga membuat Dita meracau dan meliuk-liukan badannya.
"Ohh yes Man enak Man dalem lagi Man ohh.." racau Dita.
Sementara setelah berada dalam posisi seperti selama kurang lebih 15 menit akhirnya Nia menggenjotnya semakin cepat dan mengerang.
"Ahh.. Man aku keluar Man ah.." desah Nia dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata tanpa aku sadari dibawahku sudah ada si Ayu yang dengan cepatnya langsung melumat kemaluanku maka aku pun menggeliat menahan nikmat hisapan Ayu dan Melly segera turun dari mulutku dan memasukan kemaluanku ke vaginanya dan langsung digoyangkannya naik turun dan kadang memutar, sementara Dita tidak mau kehilangan kesempatan maka dia menyodorkan vaginannya ke mulutku dan akupun menjilati dan mengihisap-hisap vaginanya.

Setelah 5 menit aku jilati vagina nya maka tubuh Dita mengejang dan dia berteriak, "Man ahh.. aku keluar Man.. ah.." sambil menekan vaginanya ke mulutku langsung saja aku menghisap vaginanya kuat-kuat dan aku merasakan mengalir deras cairan dari vaginanya yang langsung aku sedot dan aku telan habis.

Setelah Dita merebahkan diri di sampingku ternyata Kki juga tidakmau ketinggalan dia menaiki aku dan kembali aku disodorkan vagina ke 3 siang ini yang langsung aku lumat habis baru aku memulai menjilati vagina Kiki Melly yang masih bergoyang diatasku akhirnya mengerang kuat.
"Man aku keluar Man ah.. sst ahh.." racaunya.
Terasa sekali cairanya mengalir deras mambahasi kemaluanku dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata Kiki sudah tidak tahan dan langsung menurunkan tubuhnya ke bawah dan memasukan penisku ke vaginanya dan..
"Ahh.. sst ahh.. Man mentok Man.. ah.." desahnya.
Sedangkan Ayu yang sedari tadi hanya melihat sambil masturbasi sendiri aku tarik keatasku dan aku jilat dan hisap vaginannya
"Ohh yess ohh lick it honey oh.." desah Ayu.
Setelah 10 menit Kiki diatasku dan menggoyangkan pinggulnya akhirnya dia pun mengalami klimaks.

Sementara aku sendiri yang sedari tadi belum keluar karena tidak konsentrasi maka setelah Kiki rebah di sampingku maka aku membalikan badan hingga Ayu berada di bawahku dan perlahan-lahan aku masukan penisku ke vaginanya terasa sangat sempit, ketika kepala penisku mulai menyeruak masuk hingga Ayu berteriak.
"Ahh.. pelan-pelan Man sakit"
Maka perlahan-lahan aku masukan lagi setelah setengahnya masuk aku diamkan sebentar agar vagina Ayu terbiasa karena aku melihat Ayu mengerenyitkan dahinya menahan sakit setelah Ayu tenag maka aku sorong pantatku dan akhirnya seluruh penisku berada dalam vagina Ayu
"Ahh Man sakit ah.." desah Ayu.

Dan perlahan-lahan Ayu mulai menggoyangkan pinggulnya maka aku pun menggenjot pantatku keluar masuk. Terasa semppit sekali vagina Ayu dan ketika aku melirik kebawah aku melihat ada teesan darah keluar dari vaginanya yang akhirnya baru aku ketahui bahwa memang Ayu yang termuda diantara semuanya dia baru masuk SMU kelas 1 dan hanya dia yang masih perawan.
"Ahh.. sst.. terus Man enak Man oh.. dalam lagi Man.." racau Ayu.
Maka aku menarik Ayu kepinggiran tempat tidur dengan posisi kakinya berada di bahu aku sementara aku berdiri memang Ayu tidak kelihatan seperti anak baru masuk SMU dengan tingginya sekitar 170 dan buah dadanya berukuran 36 B.

Setelah 10 menit aku menggenjot Ayu akhirnya dia pun mengerang.
"Man aku keluar Man ohh.. Man.."
Namun aku tidak perduli aku terus menggenjot Ayu karena aku sendiri mengejar klimaks ku, setelah itu aku balikan tubuh Ayu sambil terus menggenjotnya hingga akhirnya Ayu berada dalam posisi menungging dan aku terus menggenjotnya dari belakang sambil meremas buah dada 36Bnya yang mengayun-ayun.

Ketika aku sedang menggenjot dari arah bawah belakang aku merasakan ada yang menjilati buah pelirku dan ternya Melly sudah bangun lagi sehingga setelah 10 menit aku menggenjot Ayu dari belakang dia pun mengalami orgasme kembali.
"Ahh Man aku keluar lagi Man ah.." dan seketika itu tubuhnya benar-benar melemas melihat kondisinya yang seperti itu maka aku tidak tega dan langsung aku tarik Melly untuk mengangkang dan aku tusukan penisku ke vaginanya dan Melly dengan posisi dibawah mendesah-desah seperti orang yang kepedasan.
"Ahh.. Man terus Man.. esst enak Man terus Man oh.." racaunya.
"Enak Mel, aah.. esst ahh", racauku tidak karuan karena merasakan sedotan-sedotan di vagina Melly yang kata orang-orang 'empot ayam'.
Maka dengan semangatnya aku menggenjot Melly dan setelah 10 menit Melly berkata, "Man aku mau keluar Man.. Man ahh"
"Ntar Melll gue juga mau keluar barengan ya ahh" kataku.
Akhirnya, "Man gue nggak kuat Man ah..", ser.. ser.. ser.., terasa deras sekali semprotan Melly.
"Ahh gue juga Mell ah..", crot.. crot.. crott.., akhirnya akupun orgasme bersamaan.
Akhirnya Kamipun ketiduran dengan posisi aku diatas Melly. Kira-kira aku tertidur 15 menit tiba-tiba aku merasakan penisku dijilat-jilat dan dihisap-hiasap setelah aku membuka mataku ternyata Dita sedang mengulum penisku.
Maka seketika itu juga aku langsung meracau, "Ah.. ohh.. enak Dit terus Dit"
Tapi Dita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada dia langsung naik keatas tubuhku dan memasukkan penisku ke liang vagiannya, memang dari 'peperangan' tadi hanya Dita yang belum merasakan penisku maka ketika yang lain lain sedang tidur Dita memanfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya.

Terus dia menggoyangkan pinggulnya.
"Ahh.. esst enak Man ah.."
Aku pun merasakan keenakan dengan goyangan Dita karena goyangannya benar-benar seperti penari ular dia memutar-mutarkan pantatnya diatas penisku. Lama dia melakukan itu hingga akhirnya kami keluar bersamaan.
"Ahh Man enak Man ayo Man keluarin barengan ohh.."
Akhirnya, "Dit aku mau keluar ahh ohh crot.. crot.."
Kami pun lemas dan Dita menciumku bibirku mesra "Makasih ya Man, enak lho bener yang Nia bilang" katanya.
"Emang Nia bilang apa?" tanyaku penasaran.
"Kontolku kamu enak, kamu bisa bikin ceweq ketagihan nanti lagi ya" katanya.
Aku hanya tersenyum dan memeluk dia.

Akhirnya aku pun menginap disitu dan kami ber-enampun melakukannya berulang kali. Kadang aku mengeluarkan spermaku di dalam vagina Melly, Ayu ataupun yang lainnya secara bergantian. Hingga sekarang pun kami masih sering melakukan kadang satu lawan satu, kadang three some, ataupun langsung berenam lagi.

Labels:

Masih Berduka


Labels:

Pipis



Labels:

Lilis yg Mulus

Labels:

wow..............



Labels:

ng-upload Toket

Labels:

Tubuh Langsing Vera

Labels:

Wiwin



Wiwin, kukenal nama itu lewat chatting di internet. Ku ketahui dia berasal dari kota P di Jawa Tengah sana.
Kami sering ber-chatting ria. Wiwin, memang selalu enak untuk diajak diskusi. Hampir dalam segala hal, dia tahu. Setahun yang lalu, dia pindah ke kota B di daerah Jawa Barat. Karena jarak yang cukup dekat denganku, akhirnya kami berjanji untuk saling bertemu di daerah K di Jakarta. Dari pertemuan itu aku mengenal Wiwin lebih jauh. Wiwin kuliah di salah satu universitas terkemuka di kotanya. Wiwin secara fisik biasa saja. Ukuran badannya kira-kira setinggi 160 cm. Tubuh agak bungkuk udang, memiliki rambut panjang terurai. Namun ada yang menarik dari penampilannya, payudaranya! Payudaranya terlihat unik dan menantang. Aku hanya menelan ludahku bila tanpa sengaja mengintip bagian yang menggunung itu. Wiwin memintaku untuk mengangkatnya sebagai "adik", sedangkan aku diangkatnya sebagai "abang"! Karena dia bilang, Wiwin tidak memiliki kakak. Aku setuju-setuju saja.
Pertemuan kedua dan selanjutnya kami semakin 'terbuka'. Aku-pun sudah 'diizinkan' untuk memegang payudaranya yang unik itu. Hanya saja dia bilang "dasar, abang nakal!!" aku hanya tersenyum...
Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi. Tanganku menjelajah ke daerah terlarangnya....
Seminggu yang lalu aku menjenguknya di daerah P. Walau dengan mengendarai motor bututku, aku sampai juga ke rumahnya setelah berjalan selama beberapa jam dari rumahku.
Kulihat kegembiraan yang amat sangat, saat dia tahu bahwa aku yang datang. Memang sudah dua bulan aku tidak main ke rumahnya. Dia sudah kangen, tampaknya... Pada saat membukakan pintu Wiwin memakai daster putih, Terlihat cukup jelas, pepayanya yang unik menerawang dari balik sangkarnya. Wiwin menyilahkanku duduk dan berbalik sebentar ke dapur untuk kemudian kembali lagi dengan membawakanku segelas minuman dingin.
Setelah ngobrol ngalor ngidul. Wiwin menyandarkan wajahnya ke dadaku... Aku menyambut dengan tenang. Karena memang tujuanku ingin mencoba menuntaskan hasratku yang ada selama ini, dengannya. Kutundukkan mukaku untuk menjangkaunya. Aku menciumnya. Kususuri dengan bibirku. Dari kening, ciumanku turun ke alis matanya yang hitam lebat teratur, ke hidung dan sampai ke bibirnya. Ciuman kami semakin lama semakin bergelora, dua lidah saling berkait diikuti dengan desahan nafas yang semakin memburu. Tanganku yang tadinya memeluk punggungnya, mulai menjalar ke depan, perlahan menuju ke payudaranya yang cukup besar dan unik. Unik karena bentuk payudaranya yang memanjang dan besar, mirip dengan buah pepaya. 'Adikku' ini pintar juga memilih daster yang berkancing di depan dan hanya 4 buah, mudah bagi tanganku untuk membukanya tanpa harus melihat. Tidak lama kemudian kaitan BH-nya berhasil dilepaskan oleh tanganku yang sudah cukup terlatih ini. Kedua bukit kembar dengan puncaknya yang coklat kemerahan tersembul dengan sangat indah. Daster dan BH itupun segera terlempar ke lantai. Sementara itu, Wiwin juga telah berhasil membuka kancing celana jeanku, lalu berusaha melepas t-shirt yang aku pakai. Aku tetap menjaga agar Wiwin tidak memelorotkan celana jeanku. Bukan apa-apa, ini kan di rental komputernya? hehehe...
Kulepaskan ciumanku dari bibirnya, menjalar ke arah telinga, lalu desahkan erangan-erangan lembut. Dia tersenyum dan menatapku sambil terus melanjutkan pengembaraannya menelusuri 'senjataku'. Kulanjutkan ciumanku ke lehernya, turun ke dadanya, lalu dengan amat perlahan, dengan lidah kudaki bukit indah itu sampai ke puncaknya. Kujilati dan kukulum puting susunya yang sudah mengacung keras. Wiwin mulai mendesah dan meracau tidak jelas. Sempat kulihat matanya terpejam dan bibirnya yang merah indah itu sedikit merekah. Sungguh merangsang. Tanganku mengelus, meremas dan memilin puting di puncak bukit satunya lagi. Aku tidak ingin buru-buru, aku ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Berpindah dari satu sisi ke sisi satunya, diselingi dengan ciuman ke bibirnya lagi, membuatnya mulai berkeringat. Tangannya semakin liar mengacak-acak rambutku, bahkan kadang-kadang menarik dan menjambaknya, yang membuat nafsuku semakin bergelora. Apalagi suaranya yang meracau itu....
Dengan berbaring menyamping berhadapan, kulepaskan celana dalamnya. Satu-satunya kain yang masih tersisa. Perlakuan yang sama kuterima darinya, Wiwin melepaskan celana jeanku. Aku tidak menolak, sebab akupun ingin menuntaskan semuanya. Wiwin dengan bersemangat mengocok 'sang pusakaku' itu, membuat semakin mengeras dan mengacung gagah. Kubelai kakinya sejauh tanganku bisa menjangkau, perlahan naik ke paha. Berputar-putar, berpindah dari kiri ke kanan, sambil sekali-sekali seakan tidak sengaja menyentuh gundukan berbulu yang tidak terlalu lebat tapi terawat teratur. Sementara Wiwin rupanya sudah tidak sabar, dibelai dan digenggamnya kemaluanku, digerakkan tangannya maju mundur. Nikmat sekali. Walaupun hal itu sudah sering kurasakan dalam kencan-kencan liar kami selama beberapa saat sejak aku berkenalan dengan Wiwin, tetapi kali ini rasanya lain. Pikiran dan konsentrasiku tidak lagi terpecah.
Melalui paha sebelah dalam, perlahan tanganku naik ke atas, menuju ke kemaluannya. Begitu tersentuh, desahan nafasnya semakin keras, dan semakin memburu. Perlahan kubelai rambut kemaluannya, lalu jari tengahku mulai menguak ke tengah. Kubelai dan kuputar-putar tonjolan daging sebesar kacang tanah yang sudah sangat licin dan basah. Tubuh Wiwin mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas dan ke bawah. Keringatnya semakin deras keluar dari tubuhnya yang wangi. Ciumannya semakin ganas, dan mulai menggigit lidahku yang masih berada dalam mulutnya. Sementara tangannya semakin ganas bermain di kemaluanku, maju-mundur dengan cepat. Tubuhnya mengejang dan melengkung, kemudian terhempas ke tempat tidur disertai erangan panjang. Orgasme yang pertama telah berhasil kupersembahkan untuknya. Dipeluknya aku dengan keras sambil berbisik, "Ohhh, nikmat sekali. terima kasih sayang."
Aku tidak ingin istirahat berlama-lama. Segera kutindih tubuhnya, lalu dengan perlahan kuciumi dia dari kening, ke bawah, ke bawah, dan terus ke bawah. Deru nafasnya kembali terdengar disertai rintihan panjang begitu lidahku mulai menguak kewanitaannya. Cairan vagina ditambah dengan air liurku membuat lubang hangat itu semakin basah. Kumainkan klitorisnya dengan lidah, sambil kedua tanganku meremas-remas pantatnya yang padat berisi. Tangannya kembali mengacak-acak rambutku, dan sesekali kukunya yang tidak terlalu panjang menancap di kepalaku. Ngilu tapi nikmat rasanya. Kepalanya terangkat lalu terbanting kembali ke atas bantal menahan kenikmatan yang amat sangat. Perutnya terlihat naik turun dengan cepat, sementara kedua kakinya memelukku dengan kuat.
Beberapa saat kemudian, ditariknya kepalaku, kemudian diciumnya aku dengan gemas. Kutatap matanya dalam-dalam sambil meminta ijin dalam hati untuk memasukkan pusakaku ke liang kenikmatannya. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Sambil tersenyum sangat manis, dianggukkannya kepalanya.
Perlahan, dengan tangan kuarahkan kemaluanku menuju ke kewanitaannya. Kugosok-gosok sedikit, kemudian dengan amat perlahan, kutekan dan kudorong masuk. Terasa sekali kalau daerah terlarang itu sudah basah dan mengeluarkan banyak cairan. Kudorong perlahan... dan terasa ada yang menahan tongkat pusakaku. Wow...! Wiwin ini masih perawan rupanya. Kulihat dia meringis, mungkin kesakitan, tangannya tanpa kusangka mendorong bahuku sehingga tubuhku terdorong ke bawah. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya. Aku tidak tega, aku kasihan! Kupeluk dan kuciumi dia. Hilang sudah nafsuku saat itu juga.
Wiwin tahum aku kecewa. Karena itu dia cepat mendekapku. Dan tiba-tiba dengan ganasnya, dia melumat dan mengulum senjataku yang mulai mengendur. "Argh... " aku mendesis...! Ternyata sedotan demi sedotan dari Wiwin mendatangkan kenikmatan yang luar biasa... Aku membiarkan saja, apa yang dilakukan Wiwin. Kulihat Wiwin dengan rakusnya telah melahap dan mengulum kemaluanku yang sudah kembali membesar dan sangat keras. Nikmat tiada tara. Tapi, aku kesulitan untuk melakukan oral terhadapnya dalam posisi seperti ini. Jadi kuminta dia telentang di tempat tidur, aku naik ke atas tubuhnya, tetap dalam posisi terbalik. Aku pernah beberapa kali melakukan hal yang sama dulu, tetapi rasa yang ditimbulkan jauh berbeda. Hampir bobol pertahananku menerima jilatan dan elusan lidahnya yang hangat dan kasar itu. Apalagi bila dia memasukkan kemaluanku ke mulutnya seperti akan menelannya, kemudian bergumam. Getaran pita suaranya seakan menggelitik ujung kemaluanku. Bukan main nikmatnya. Larva panas hampir tidak tertahankan lagi, aku memberi isyarat padanya untuk menghentikan emutannya...

* Wiwin, bila kau baca. Ini adalah cerita tentang kita. Walau kau anggap aku abang dan aku menganggapmu gadis mungil yang nakal, tetapi dalam banyak hal kita bisa saling berbagi...*

Labels:

Teknik Membuat Wanita Multi Orgasme




Wanita bukanlah sebagai objek seks, tetapi lebih merupakan tempat anda berbagi kenikmatan erotis. Seks terjadi bila keduanya bergairah, dengan memberikan kenikmatan pada pasangan; dan tidak takut mengungkapkan kesenangan sendiri. Jika hal tersebut berhasil, lingkaran erotis yang abadi telah tumbuh. Berikut ini adalah teknik yang dapat digunakan untuk berbagi kenikmatan erotis bersama pasangan (disarankan anda berdua adalah pasangan yang sudah memiliki ikatan).

Untuk mendapatkan orgasme ejakulasi (orgasme vaginal) pada wanita diperlukan dua aspek rangsangan yaitu rangsangan fisik dan rangsangan psikologis. Tanpa anda bisa memenuhi kebutuhan psikologis wanita, dia tidak akan mampu mendapatkan orgasme ejakulasi. Ada tiga kunci untuk mendapatkan keadaan mental yang dibutuhkan: kepercayaan, relaksasi dan hasrat. Kepercayaan yang memungkinkan wanita untuk membiarkan dirinya pasrah dan lepas kontrol bila dirinya sudah berbaring telanjang dalam pelukan anda kenyamanan fisik adalah langkah pertama untuk mendapatkan kepercayaan total.


Relaksasi sangat dibutuhkan oleh wanita, sebab tanpa dia benar-benar rileks sepenuhnya, semua keinginan tidak akan terwujud. Agar wanita dapat mencapai orgasme ejakulasi, dia harus mau lepas kontrol atas tubuhnya. Jika dia tidak berhasrat pada orgasme ini, anda tidak akan mampu mendapatkan orgasme ejakulasi. Berikut ini adalah teknik yang digunakan untuk mendapatkan orgasme ejakulasi pada wanita untuk yang pertama kali

RANGSANGAN FISIK
Kenyamanan adalah kuncinya. Bila dia sudah tahu bagaimana mendapatkan orgasme ejakukasi untuk pertama kali, dia bisa mendapatkannya lagi dengan berdiri, berbaring atau dengan posisi apa saja yang menurutnya nyaman. Tetapi bagi pemula dia harus berbaring terlentang pada alas yang empuk, datar dan nyaman. Anda berdua harus telanjang Ini dimaksudkan agar cukup rileks dan nyaman dalam memacu orgasme ejakulasi untuk pertama kali. Yang pria sebaiknya berbaring di samping wanita. Anda harus sepenuhnya nyaman dengan seluruh tubuhnya dan dia harus merasa nyaman juga menanti sentuhan dari anda. Dia akan merasa nyaman bila anda tidak hanya memperhatikan titik-titik panasnya
-payudara, klitoris dan vagina- tetapi seluruh bagian tubuhnya.

Sentuhlah bibirnya dengan jari, rasakan - benar-benar merasakan – dan menikmati tekstur telinganya, Jadi yang anda lakukan bukan hanya sekedar menghidupkan, namun juga harus menciptakan kondisi rangsangan yang hebat- dan hasrat- dan keinginan untuk melakukan apa saja yang anda inginkan atas tubuhnya. Anda ingin dia merasa bahwa tak akan ada yang melukai atau menyakitinya. Semua yang anda lakukan tak akan ada yang membuatnya menyesal.

Cobalah untuk menggerakkan jari mulai dari kening ke rambut turun lagi ke lehernya. Dia akan sangat menyukainya. cium matanya dengan lembut Anda akan bertanya apa hubungannya dengan orgasme ejakulasi? Seorang wanita tidak akan mendapatkan orgasme tanpa benar-benar nyaman, aman, rileks dengan anda. Sentuh rambutnya, bahunya, belai lengannya, pegang tangannya Pegangan tangan selama bercinta sangatlah penting, hal ini
mengisyaratkan padanya bahwa dia sedang bersama orang yang mempedulikannya, yang ahli. Jangan takut untuk memegang tangan dan memeluk dibagian manapun selama bercinta. Nikmati seluruhnya, nikmatilah kenyataan bahwa anda sedang bersamanya dan dia sedang bersama anda.

Ciumlah dia
Cium payudaranya, leher, bibirnya dan bagian tubuh lainnya, batasi hingga sampai pinggang keatas.balikkan badannya hingga dia telengkup dan sentuhlah ruas-ruas tulang belakangnya dengan jari sambil menciumnya. Cium punggungnya, otot-otot di samping kiri kanannya, seperti anda memijatnya dengan lidah. Tidak ada wanita yang tidak suka ciuman. Bercinta tidak sepenuhnya berurutan. Jangan ikuti daftar atau urutan tertentu. Tidak ada batas untuk permainan awal ini. Tidak usah terburu-buru. Anda tidak pernah melakukan apa yang diinginkan wanita kecuali anda benar-benar ingin membuatnya orgasme. Kita masih dalam tahap persiapan.

Kontak mata
Bila menatap mata wanita, jangan sekedar menatapnya - selami lebih dalam. Tatapan dari seorang yang terangsang dan rileks akan kelihatan berbeda dari tatapan yang dimiliki orang lain. Orang cenderung memejamkan mata bila sudah terangsang. Katakan padanya “tataplah aku”. Ini akan membuatnya lebih terangsang, karena dia melihat apa yang sedang anda lakukan dan tatapan mata anda sewaktu melakukannya. Lama kelamaan, hanya dengan menatap secara mendalam selama tahap apapun akan meningkatkan kondisi erotis secara tiba-tiba.

Payudara
Sentuh kulitnya sepanjang leher sampai pusar dengan tangan dan lidah, tanpa membuat sentuhan apapun pada payudaranya - untuk menumbuhkan hasratnya. Kemudian belai salah satu sisi payudaranya, gerakkan jari anda pada kulitnya; ini mendatangkan rangsangan seksual pada getaran payudara. Mulanya jangan langsung mengusap dan menciumnya; tetapi rasakan dengan mulut jika mencium payudaranya, jangan hanya mencium dan menghisap tetapi resapi semuanya. Dia akan 10 kali lebih terangsang. Jika memungkinkan, dekatkan kedua belah payudaranya sehingga anda dapat mencium kedua putingnya sekaligus. Dekatkan puting-puting sedekat mungkin dengan mulut hingga memungkinkan anda mencium mulut dan putting secara bersamaan.


Remas payudaranya sekali-kali. Rasakan apa yang ada didalamnya. Bagian tertentu kadang lebih kencang dibanding bagian lain. Bayangkan didalamnya ada cairan dan anda ingin memerasnya keluar dengan lembut. Jangan pegang payudara pada putinganya. Rasakan pangkalnya dengan satu atau kedua belah tangan, tekan dengan lembut, tekan cairan yang dibayangkan itu ke depan, pelan-pelan sampai ke arah puting. Anda akan menjadi seorang pahlawan dimata pasangan anda.

Kaki
Anda ingin kaki-kakinya dalam keadaan yang benar-benar rileks. Apa yang tampak dia sadari adalah kurangnya rileks pada kakinya karena terpengaruh oleh rangsangan pada bagian tubuh yang lain. Ciumi kakinya, pijat kakinya. Lepaskan ketegangan pada otot kakinya. Jika memijat kaki, anda juga harus memijat pantatnya dan juga pijat pinggang, pinggul, samping pantat dan kaki bagian belakang. Anggap kaki bagian belakang dan pantat sebagai satu kesatuan.

Remas-remas pantatnya agak kuat, tetapi jangan terlalu kuat. Ini akan menarik otot kulit yang ada disekitar vagina, jadi rangsangannya lebih sekedar kenikmatan pada vagina. Untuk memastikan ini benar terjadi, gambarkan dalam pikiran anda selagi anda melakukannya. Bayangkan bahwa kulit dan ototnya bergerak, bayangkan apa yang akan terjadi dan hubungan-hubungannya. Tidak masalah memulai dari depan atau dari belakang kakinya, tetapi akan mendapatkan hasil yang paling baik bila anda membuat rileks bagian bawah tubuhnya dengan perhatian pada depan kaki, sementara dia terbaring telentang. Disarankan untuk memulai dari depan terus kebelakang kemudian kembali ke depan. Kaki wanita merasa rileks ketika dia berbaring telentang dengan lutut sedikit ditekuk - tidak mengangkang, tetapi terbuka cukup lebar, sehingga anda tidak kesulitan menjangkau vagina dan menyentuhnya dengan tangan.

Jangan langsung menyentuh vaginanya sampai dia benar-benar rileks dan cukup terangsang. Dengan teknik relaksasi seperti ini akan membuat pasangan anda merasa nyaman. Tetapi yang lebih penting lagi bahwa dia belajar mempercayai anda karena cara anda menyentuhnya dengan mesra. Dengan sedikit pengalaman anda bisa melihat dan merasa tanda-tanda rangsangan serta relaksasi yang dialami pasangan anda.

Jika seorang wanita sudah cukup rileks dia akan memegang atau melingkarkan lengannya pada anda, seolah-olah tidak ingin berpisah sehingga anda berdua benar-benar saling merasa aman. Anda akan merasakan desakan seksualnya dari cara dia memegang anda dan desakan ini hanya mungkin ada sewaktu dia benar-benar rileks dan percaya pasangannya secara utuh. Tanda bila dia sudah terangsang akan ada gerakan gelombang yang jelas pada pinggul dan selangkangannya juga mungkin perut, paha serta dadanya. Jika dia sudah cukup rileks dan terangsang, lingkarkan lengan anda atau peluklah dia.

Kemudian anda membungkuk dan dia telentang, pijat punggung bagian bawah (pinggang) dan pijat daerah seksual pada wanita yaitu dibawah pusar diatas daerah berambut, sebab selama ada rangsangan seksual ada penumpukan aliran darah pada daerah tersebut, pijat dengan lembut, setelah beberapa saat daerah sekita ini mengendur tegangnya. Jangan lakukan lebih dari 1 menit, karena akan terlalu kendur. Pada tahap ini mungkin anda ingin memberikan ciuman lagi, membelai rambutnya dst.. Ingat anda tidak hanya sedang berhadapan dengan tubuh; anda sedang bersama seseorang.

Kontak Vagina
Disarankan untuk memulai dengan menurunkan tangan sehingga telapak tangan dan jari-jari anda menutupi seluruh vagina - tetapi tidak benar-benar menyentuhnya. Dekatkan tangan anda sehingga dia cukup merasakan kehangatannya, tetapi bukan tangan itu sendiri. Jika dia langsung menyorongkan vaginanya ke arah tangan anda, jangan biarkan vagina menyentuh tangan! tentu saja, mungkin anda dapat membiarkan bulu-bulu dan kulit di sekitarnya menyentuh tangan tetapi jangan dulu menyentuhnya. Setelah tubuhnya menyentuh tangan berkali-kali, gunakan dua jari - satu-satu pada setiap bibir vaginanya - dan sentuh dengan lembut kehangatan daerah sekitar bibir vaginanya.

DENGAN LEMBUT
Teruslah mengelus dan renggangkan jari-jari anda sehingga bibir vagina terbuka. Ini tidak hanya akan menggerakkan bibirnya, klitoris dan daerah vagina secara umum tetapi juga membuat sebagian cairan bergerak merata didalamnya.Ini akan benar-benar membuatnya gila. Jika dia tidak mengatakan sesuatu tanyakan apa yang ingin anda lakukan terhadapnya. Bila kemudian dia menyuruh anda menyentuhnya luar dalam, tetap jangan lakukan. Pada tahap ini mungkin dia akan mengalami orgasme klitoris. Permainkan dia sampai sampai dia sudah tidak tahan lagi, dia akan lebih liar daripada yang mungkin pernah anda bayangkan.

Ratakan Bibir Vaginanya
Arahkan jari-jari anda kearah vagina yang membuka. Hentikan diatas bibirnya dan renggangkan kedua bibir tersebut sampai terbuka, tempatkan telapak tangan anda pada seluruh vagina. Tutup daerahnya dengan tangan sehingga jari tengah menyentuh dagung antara vagina dan anus dan pangkal tangan bersandar diatas klitoris. Peganglah! berikan sedikit tekanan sehingga dia dapat merasakan ada tangan bergerak diatasnya. Dengan dua
jari tengah, berikan tekanan lebih pada tempat yang basah sehingga merembas diantara jari-jari anda. Konsentrasikan pada klitorisnya.

Daerah Rawan
Jika sudah cukup mendapatkan kenikmatan dari tahapan sentuhan klitoris diantara dua jari anda, gerakkan telunjuk atau jari tengah disana. Jangan memutar keliling - tetap tekan pada dinding dalam vagina bagian atas, daerah tepat di belakang klitoris. Disinilah G-spot berada. Setelah jari tengah menyentuh klitorisnya, gerakkan jari ke bawah dan kedalam vaginanya serta pada tulang yang anda rasakan didalamnya sampai ujung jari langsung menyentuh daerah vagina dibelakang klitoris. Itulah G-spot, tempat kenikmatan. Sementara jari tangan tetap menyentuh G-spot, Gunakan tangan yang lain menarik tubuhnya agar lebih dekat lagi dengan pelukan lembut, sehingga menambah kepercayaan dan keyakinan bahwa anda
menguasai teknik seks. Dengan pelukan ini anda akan kembali menikmati tubuhnya, rasakan nafasnya, tetaplah untuk kepercayaan bahwa anda begitu dekat dan bisa dipercaya sepenuhnya.

Gosok permukaan G-spot
Gosok dengan satu jari tangan, dengan gerakan keatas ke bawah secara lembut, seolah-olah menggosok busa sabun yang tidak ingin dipecahkan. Kemudian mulailah menerapkan tekanan yang lebih besar dengan gerakan ke atas-bawah, meningkat perlahan sampai sebesar tekanan yang biasa digunakan bila menulis pada jendela yang beruap. Jika pada tahap ini permukaannya mulai terasa kurang halus atau ada merasa ada tonjolan anda harus kembali ke sentuhan yang lebih lembut.Konsentrasikan besarnya tekanan pada G-spot. Jari-jari tidak boleh keluar dari vagina dan jangan menyentuh leher rahim.

Setelah merasakan adanya kontraksi di dinding atas vagina yang berlangsung setidaknya 10 menit akibat dari sentuhan anda, masukkan jari yang lain kedalam vagina untuk memperkuat aksi jari yang pertama. Ini adalah saat yang tepat untuk menambah keintiman dengan memeluk dan mencium pasangan anda.

Setelah 2 jari di dalam, tahan jari anda pada daerah yang bertulang pada bagian atas vagina dengan lembut, dan biasakan diri anda dengannya. Pada tahap inilah satu atau beberapa gerakan akan membuat pasangan anda sanagt mendekati orgasme ejakulasi. Adapun gerakannya dapat satu diantara yang berikut ini:

Dengan menggunakan kedua ujung jari tekan daerah yang bertulang, dalam vaginanya dan pada mulut rahim. Mulailah dengan tekanan pada tingkat seperti anda menulis nama di jendela yang berkabut, begitu mulai ada desakan yang bertambah mulai menggosok lebih keras lagi. Begitu juga dengan kecepatan, mulai dari yang pelan hingga cepat.

Gerakkan jari ke atas-bawah pada daerah rawan tersebut tetapi selalu kembali pada titik itu pada setiap awal maupun akhir gerakan. Variasikan gerakan dalam tekanan dan kecepatannya. Perhatikan reaksi pasangan anda. Lihat atau tanya apa yang dia inginkan, yang pertama atau yang kedua. Alternatifnya yang dua itu atau gabungan antara keduanya. Keluarmasukkan jari anda sementara tetap singgah di G-spot satu atau 2 detik. Tetap teruskan teknik ini sampai anda merasakan otot-otot yang berkontraksi yang bergerak dan keluar pelan-pelan. Rasakan dinding bagian dalam yang anda sentuh membesar ke dalam tiba-tiba menjepit jari-jari anda. Juga biasanya akan berkontraksi dan membesar lagi. Terkadang akan membesar keluar melewati titik awal aslinya, seolah-olah vaginanya telah tumbuh lebih besar atau seolah-olah vagina itu sendiri telah penuh berisi udara.

Yang perlu disadari adalah kontraksi ini merupakan tanda yang mutlak dan positif bahwa orgasme ejakulasi sudah dekat. Anda mungkin akan merasakan adanya kontraksi lain atau kejang-kejang diatas melalui daerah yang berbulu, seluruh daerah vaginanya menjadi liar dan pantatnya seperti mau membuka, napas menjadi berat. Jika tidak kelihatan dia akan memeluk anda, balas pelukkannya, karena apa yang dia lakukan adalah untuk
menyakinkan anda ada didekatnya, lebih dekat dari sebelumnya. Nikmati apa yang sedang anda lakukan, jangan pikirkan tentang kapan dia akan mulai ejakulasi. Jangan menanyakan apapun, yakinkan dia melalui kata-kata yang lembut “aku bersamamu” atau “ke sinilah”. Ingat dia akan melakukan sesuatu yang tidak dapat dia kontrol bila sudah mulai. Dia mungkin tidak tahu persis apa yang sedang terjadi, tapi pasti tahu bahwa itu merupakan sesuatu yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Sekarang dia hampir mendapatkan ejakulasi, pada tahap ini sangat penting untuk memberi usaha 110% - memberi satu ciuman terakhir, pelukan tambahan. Kemudian peluklah erat-erat karena anda berdua akan melanjutkan berpacu untuk selamanya.

Ejakulasi Wanita
Pada tahap ini jangan membuat kesalahan. Segala yang anda lakukan adalah memacu segalanya agar ejakulasi. Tetaplah menyentuh dan membelai daerah rawannya dengan cara yang sama. Anda mungkin akan menambah tekanan sedikit lagi. Atau mungkin meningkatkan kecepatan dan mengurangi tekanan, tetaplah terus karena dia akan segera keluar. Anda mungkin akan segera merasakan kontraksi kejang-kejang bagian paling dalam, yang
secara praktis mendorong keluar jari anda dari vagina, pastikan jangan sampai keluar jari anda dari vagina. Beberapa saat lagi dia akan segera menyemburkannya keluar, cairan hangat akan merembas atau menyembur keluar. Cairan ini tidak akan berhenti bila anda tidak menginginkannya - sepanjang anda masih menyentuhnya dia akan tetap berkontraksi. Lagi dan lagi, lebih banyak lagi cairan hangat ayng akan keluar dari tubuhnya.
Teruskan untuk meningkatkan keintiman dan kepercayaan dengan pelukan dan kata-kata lembut. Bahkan lebih baik beri dia semangat; katakan padanya untuk melepasnya; katakan padanya anda ingin lagi. Bila dia mengetahui bahwa anda sangat menimati, dia akan tetap melanjutkan orgasmenya yang paling fantastik dalam hidup anda.

Jika dia berkata “Hentikan, aku butuh istirahat” dengarkan dia. Sebenarnya itu bukan berarti anda harus berhenti sama sekali; ini merupakan saat terbaik untuk memasukkan penis secara pelan-pelan ke vaginanya, jika dia ingin penis anda dimasukkan. Bayangkan tentang gerakan yang anda lakukan dengan jari, dan cobalah untuk menirunya dengan menggunakan penis. Dia mungkin akan menyemprot lagi sewaktu penis masih di dalam.

Setelah wanita mendapatkan pengalaman G-spot dan ejakulasi yang pertama kali, dia akan mampu mendapatkan orgasme ejakulasi meski dalam keadaan yang bukan semestinya sekalipun. Sekali dia mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh tubuhnya, dia kemudian dapat mengalami getaran orgasme baru dengan posisi yang bervariasi, dengan penis anda seperti halnya jari, dengan oral seks (cunnilingus), bahkan masih berpakaian atau masih setengah telanjang. Dia akan mampu melakukannya sambil berdiri.. Berbaring, telungkup atau miring.. Sambil duduk atau jongkok diatas tubuh anda.. Di dalam bak mandi.. dll..

Saran untuk wanita yang tidak bisa “melepaskannya” (tidak mampu mengalami dan merasakan ejakulasi):
Percaya pada naluri. Ambil pendekatan yang alami pada kehidupan.
Jujur pada diri sendiri. Wanita lebih jujur daripada pria. Sadari kekurangan-kekurangan anda, tetapi jangan terlampau  memikirkannya. Cobalah untuk membangun citra positif. Jangan takut untuk membasahi tempat tidur. Itu bukan air seni dan akan kering.